Saturday, November 1, 2008

salah satu yang belum usai 2

Perempuan itu pulang, memungut arah kenangan yang terbuang, kembali ke kampung halaman. Ia berharap senja tak hilang, namun ia tak lagi percaya pada harapan, dan meraut malam dengan sisa hati yang buram, yang kelam. Ia mencoba melupakan nama-nama, melupakan tempat, melupakan setiap jengkal ingatan yang hanya dipenuhi sesal.

Angin bertiup sepoi menyapanya, memanggil namanya, namun perempuan hendak melupakan nama, termasuk namanya. Bulan terang menyambutnya, namun hati perempuan terlalu gelap. Awan bertanya pelan, bintang hanya berkedip tak mengerti. Ada apa dengan perempuan, manusia yang selama ini paling bersahabat dengan alam?

Perempuan itu tetap berjalan meski ringkih, tertatih. Sepanjang jalan ia hanya dapat mengingat seseorang yang paling ingin ia lupakan. Ia merasa dadanya lebih sesak daripada sesaknya lalu lintas New Delhi, seperti ribuan kilo kesedihan menggelantung di hatinya yang terluka.

No comments: