Wednesday, March 30, 2011

kabut

Yang kau bisikkan padaku hanyalah kabut.
Tirai-tirai tipis dan basah, kelabu dan kabur.

Aku tak hendak mengelak,
kaulah yang mengambil jarak
karena katamu jeda,
seperti koma dalam sajak,
memberimu kesempatan
mengambil nafas lebih dalam,
juga memberi kesempatan
untuk mengeja kalimat-kalimat,
menyusun siasat.

Kau, memang dasar bangsat,
tak bilang bahwa jeda itu
sebenarnya kau hirup
untuk sedikit khianat.

Sialnya, aku hanya punya jatah beberapa menit
dalam telepon untuk memaki dan mengeparatimu,
batere dan pulsa sengaja bersekongkol
untuk memperunyam suasana hatiku.

on Saturday, July 17, 2010 at 4:46pm

No comments: