Monday, March 21, 2011

kau

kau menjelma menjadi ibu,
dan aku harus berusaha mulai belajar
menjadi seorang istri.

kau memberi jaminan
tanpa menyodorkan kartu garansi atau asuransi,
sedang aku baru belajar mencatat,
tak bisa membaca isyarat,
terus berharap selembar surat meminang yakinku.

kau mewujud ibu,
yang melupakan tagihan bulanan dan
gosip busuk tetangga,
hanya agar memberikan senyum paling selimut untuk pejamku.

kau menjadi ibu,
memelukku menyeka duri,
membiarkanku pergi sendiri
agar aku bisa berdiri,
berjalan dan menciptakan
jejak pada jalan yang kupilih.

Saturday, September 18, 2010 at 11:32pm

No comments: