Monday, March 21, 2011

kelahiran

Ibuku selalu bilang,

aku lahir dibawah naungan dewa kegelapan,

di waktu yang amat tidak tepat.



Bagiku, tak pernah ada dewa kegelapan,

yang ada hanya kehabisan minyak atau tak ada kayu yang dapat dibakar.

Dan tanggal berapa serta jam berapakah itu waktu yang tidak tepat?

Ada duapuluh empat jam, duabelas bulan, tujuh hari dalam seminggu,

dan tak satupun bernama waktu yang tidak tepat.



Aku atau waktu yang tak tepat itu, Bu?



Aku tak dendam padamu setelah tahu kau hanyutkan aku,

meski aku tak mungkin dapat menghanyutkan anakku sendiri.



Jika anakku memang harus dibunuh,

aku akan menemaninya mendegup jantung untuk yang terakhir kali.

Aku akan menatap matanya sampai kemudian jariku yang mesti memejamkannya.

Aku akan memberinya penguburan yang layak dan doadoa,

serta taburan bunga dan gerimis airmata.

Aku tak akan membiarkan anakku hanyut begitu saja dalam keranjang.



Pernahkah terpikir bahwa aku bisa mati dimakan buaya?



Terkadang pasrah dan sombong tiada beda,

apa yang membuatmu berpikir bahwa kau cukup istimewa

sehingga tuhan memberimu isyarat dan doamu dijamin kabul sepenuhnya?



Kau tak bisa menyalahkanku mengibu pada perempuan yang menyusuiku,

yang mendongeng sebelum aku tidur,

yang bersenandung di kala aku gelisah.

Kau tak bisa memintaku menjadi anakmu,

aku bahkan agak keberatan menjadi anak tuhan.



Bu, apakah kau menjual kelahiran anakmu

untuk kelahiran anak tuhan?





*maksain nulis. Lama gak nulis bikin kejangkejang.*



**maap yah diedit terus. asa belum enakeun wae...


Sunday, February 27, 2011 at 8:17pm

No comments: