Wednesday, March 30, 2011

kembali

"kembalilah padaku, ishtar," bisikmu tibatiba.
aku terlalu terkejut oleh pintamu tak bisa menjawab apaapa. kenapa kau memintaku kembali, sedang aku selalu saja disini, menghitung guratgurat lembayung, membilang kemungkinan memelukmu di bawah bintangbintang. kaulah yang tibatiba memutuskan ingin pergi ke utara, berniat meninggalkanku dengan anak kucing yang kau curi dari rumah tetangga. atau tak sampaikah suratku yang kedua? aku selalu berpikir bahwa kau mengerti jalan pikirku, dan aku yang selalu luput menerka arah kesunyianmu.

kau mengecup mataku dan meraih ujung kelingking kiriku. "ada seseorang yang mencuri matamu, menculik ketenanganmu dalam mimpi," mengapa kau harus menjadi orang yang mengetahui lemahku, seolah pikiranku adalah buku panduan membuat kue tart untuk seorang pemula, sedang kau batu nisan yang menyimpan kenangan dalam dan rahasia.

"aku tak pernah punya niat pergi darimu,"

"nyawa tak pernah punya niat pergi dari sadar kita, tapi malaikat selalu tahu bagaimana memperdayai hidup sesuai dengan apa yang diterimanya sebagai tugas,"

"bagaimana kau bisa enteng bicara buruk tentang kawanmu, padahal kau sering minta rokok padanya?"

kau mengedip dan tersenyum.


poho deui we ah. maklum nulis ieumah tamba kesel teu bisa smsan. kieu yeuh nyatet luhureun balong teh, "ukuranmu (gurame) mengalihkan duniaku"


on Monday, June 28, 2010 at 5:47am

No comments: