Monday, March 21, 2011

letter2Ishtar

Ishtar Senja,
Perempuan yang tak ingin menua.
Pernah kau tanya, bagaimana rasanya menjadi muda selamanya? Aku tak tahu, jawabku, karena aku renta. Tubuhku tak mengkerut, kulitku takkan keriput, tapi jiwaku telah lama kisut. Hari berlalu lambat untuk makhluk sejenisku; kenangan yang berjejalan, penyesalan tak terhapuskan, sedang aku tak lagi tahu bagaimana caranya menangis dan tertawa,
sampai kau mengingatkanku.
Ingatkah kau waktu kau pertamakali kuberitahu siapa sesungguhnya diriku? Kupikir kau akan terkejut, tapi reaksimulah yang membuatku terkejut: kau hanya menaikkan alis lalu tersenyum, dan bilang,
"hei, sudah kuduga itu, tapi apakah kau gay? soalnya, di film-film, kalian selalu dekat dengan siapa yang membuat kalian. dan itu biasanya laki-laki. kalian nampaknya mencari perempuan hanya untuk diperdaya dan dimakan."
Setelah empatratus tahun, aku nyaris lupa aku bisa terkejut. Saking kagetnya aku pergi dan kau tak mau membahas itu lagi. Kupikir, ini waktunya kau mengetahui sejarahku dari awal

BERSAMBUNG.

Saturday, October 30, 2010 at 8:39pm

No comments: