Wednesday, March 30, 2011

sebuah surat untuk mr. x

kuakan lukaku melebar, dan itu karena aku bahkan tak bisa menyalahkanmu.
kelakuanmu membuatku mesti merujuk pada silam,
pada kertaskertas almanak yang telah kubakar,
pada suratsurat penuh rayu dan kesedihan yang mengibakan.
silam yang tinggal dikandung kutukan.
bersamanya ada telunjukku menyegel gatal bibirku untuk menyerapah.

tentu, barangkali kau tak bermaksud merobek jahitan lara,
kau datang karena sesuatu yang kau kira pesona,
atau barangkali terbetik dalam pikirmu dapat menyelamatkan nadiku dari pisau dapur yang kerap membuatku berliur.
atau mungkin kau pikir aku perlu kau temani untuk mengusir sepi dengan berbagi dosa?

tidak. kau seperti lampauku yang keparat,
tak menganggap godaan itu sebagai khianat.
aku tak keberatan merana karena tersesat,
selama aku tak perlu mengejarmu,
sedang kau membuat semua rambu tak berpihak padaku,
dan pada akhirnya kau akan mengelak dari tudingan sembari berkata enteng,
"dia perempuan kacau dan aku hanya mengigau",
padahal aku benarbenar bahagia saat kau memujiku dan tertawa denganku,
kau tentu tak tahu bahwa aku selalu payah menanggapi pisah.

jangan pergi, tapi janganlah beranjak lebih dekat lagi pada telaga ratap di mataku.

Monday, May 17, 2010 at 9:41am

No comments: