Wednesday, March 30, 2011

unknown

saya tidak tahu, mengapa kecerobohan saya hari ini menghapus jejak catatan tadi pagi. sebagai pemalas yang spontan, saya tidak pandai menyimpan kerangka tulisan. dan sebagai orang yang tidak disiplin, kerapian struktur kerap membuat saya depresi. ah, mungkin saya belum berjodoh dengan catatan itu. semoga kelak ia bisa kembali. sementara itu, lebih baik ngelindur yang lain. tentang sebuah dongeng...

ini tentang dia. tentang mata yang menarikdekap pada goda bahwa di genggamnya ada peta rahasia tualang harta karun yang berbahaya. sebagian kegilaan mendorongku untuk menyambut pinangannya dengan kenakalan-kenakalan yang telah pernah kupilih, yang biasanya berakhir menggelikan, sedang sebagian kegilaan lain mengutukdendaminya karena menyalakan api di tumpukan keputusasaan yang lebih mudah terbakar dari sekadar birahi. aku menyambutnya dengan serapah ketersanjungan, meludahinya karena lancang masuk ke perhelatan sepi yang telah kurancang agar tak dihadiri satupun undangan. namun kerap kukejar dia, agar dia kembali dan tak bermain sembunyisembunyi, mengakui bahwa aku mengganggunya, bahwa dia tak ingin aku berlalu tanpa kecupannya, tanpa sedetik luput dari tatapbalikku. dia membuatku terkeping, berserak dan tak bisa merapatpadukan diri, mengutuhkan serpih kegilaan di ujung sandal jepitnya. keangkuhanku memenara, menjebakhimpitku pada kekecewaan karena di hadapku matanya kian sayu, sedang punggungnya menegaktegas dan tak sedikitpun itikad terlihat untuk mengintipku, mengikuti arahku, merebahratakan tiang tungguku yang rapuh.


Sunday, March 21, 2010 at 9:12am

No comments: