Tuesday, April 12, 2011

api

mulamula, api dan cahaya adalah sepasang anak kembar terkasih. merekalah yang membuat swarga terang dan hangat, sehingga warnawarni terlihat. hidup rasanya sudah cukup. tapi si kembar tak tau, bahwa mereka belum cukup. mereka tak tau apaapa, sampai mereka kemudian menyadari, orangtua mereka kerap menyendiri berjamjam, mencomot tanah disanasini, mengambil air di tiap sungai, orangtua itu sibuk sekali. lamalama, si kembar penasaran, terutama api. aku memberi kalian adik. jawab orangtua. cahaya tersenyum, sedang api agak cemberut. kau pasti akan lebih mengasihi adik baru itu. apa kami belum cukup? apa kami kurang baik? kurang lucu? orangtua menggeleng. api melengos.

beberapa hari kemudian, orangtua menuntun bentukan tanah. mereka tampak asyik sekali. mereka bercakap, dan orangtua menunjuk tiap benda, mengajaknya ke tiap sudut surga. cahaya kadang tertawa melihat gumpal tanah itu memegang sesuatu, atau terjatuh. dalam hati ia merasa bahwa adiknya itu hebat. sebaliknya, api terus saja menggerutu. sempat iseng ia membakar tanah dari belakang sampai orangtua marah sekali. api semakin gusar. ia mengingatingat selama ini hidupnya diberikan untuk orangtua. ia mencintainya, memberinya kehangatan, menjadi penerang saat cahaya tak ada. tapi orangtua malah membuat gumpalan tanah, bersamanya sepanjang waktu, dan tak lagi menghiraukannya. cahaya kerap menghiburnya, tapi api tetap susah menerima perlakuan orangtua, hingga tiba hari itu.

bersujudlah kalian pada adik kalian ini. cahaya meredup dan bersujud, sedang api malah berkobar dan nyaris membakar tanah jika orangtua tak cepat mendekapnya. apaapaan ini? aku ini api, dan dia cuma tanah, dengan mudah bisa kubuat musnah! namaku adam. jawab tanah. lalu ia mendongak, siapa namamu? api terkejut. apa itu nama? cahaya kaget namun tetap bersujud. kau lihat, dia bicara dengan suara, dia bahkan punya nama. orangtua menarik api. mengapa kau membangkang? tanyanya. aku tak suka padanya! tak cukup kau membuatnya kau menyuruhku bersujud untuknya! apa kau tidak tau bahwa aku mencintaimu, bahwa aku cemburu?



**terinspirasi ketika malam mengenang Rumi sang Pencinta di Kedai Buku Nalar. this is what i think of love and It.


Sunday, December 20, 2009 at 11:19am

No comments: