Tuesday, April 12, 2011

farewell


akhirnya, hanya kurang dari duapuluh empat jam saya mesti mengganti kalender. kalender yang di tiap bulannya ada angka yang dicoret, dimaki, dinista, ditangisi, disyukuri, disumpahi, digelaki. betapa tahun yang berat dan sesak, gila dan berbahaya. terkadang, saya pikir tahun ini seolah keji tak berkesudahan, melelahkan. seolah saya tak diberi libur untuk merasa bahwa 'kali ini tidak ada apa-apa'. tahun ini penuh sekali dengan apa-apa.

hal pertama yg ingin saya tulis dan tertawakan adalah saya bertengkar hebat dengan dua lakilaki di rumah. yg pertama lebih dari sekedar pantas untuk saya gebuki habis-habisan (sayang, saya cuma sempat mematahkan gantungan baju yg saya pukulkan ke meja ketika dia makan, menarik kerah kemejanya, menyumpahinya, dan membekap mulutnya dengan tangan). dia adalah orang yang tidak usah disebut nama dan sapaan sopan lainnya, seseorang yang nyaris saya kategorikan sebagai sesuatu. seseorang yg membuat saya berpikir jangan-jangan saya ini pendendam, temperamental. seseorang yg memenuhi semua syarat masuk neraka jika memang itu ada. dan hukuman neraka manapun sepertinya cocok buatnya. ya tuhan, semoga saya tidak ada mirip-miripnya dengan dia, soeharto, dan hitler. amin. oh ya, sial sekali, ada banyak waktu ketika saya lupa saya benci padanya dan ingin menghabisinya. mungkin karena saya malas dan merasa repot untuk cuma mengingatnya.

laki-laki yang satu lagi membuat saya kabur dari rumah. bertengkar hebat satu kali, yang melukainya dan kadang membuat saya merasa itu adalah peristiwa konyol (saya tak melukainya. sumpah. tanya saja kalau tidak percaya). meskipun dia suka menyebalkan, tapi dia tidak jahat. dan saya hanya kadang kesal dan marah, tidak sampai benci. saya malah sayang padanya, dan menghargai jika dia berbuat baik dan manis di rumah, dan jika dia kumat menyebalkan, saya menggerutu diam-diam dan membuat lelucon tentangnya. masalah kabur, lihat saja catatan Beruing.

saya membantu dan mensponsori teman saya membunuh yang paling dikasihinya. meski dengan berbagai apologi untuk meringankan beban, saya merasa menjadi orang ketiga yang paling berdosa dalam hal ini. dan luka ini amat sukar dialihkan, disembuhkan, bahkan enggan saya enyahkan. saya tidak tau, harus seperti apa memperbaiki hal ini, kecuali janji pada diri saya sendiri bahwa saya tak akan pernah meninggalkannya lagi. adalah saya, sahabat paling goblok sedunia yang tidak datang untuk setidaknya setor kuping untuk curhatnya. seumur hidup, semoga dosa macam ini adalah yang pertama dan terakhir. amit-amit jika terjadi lagi, kemungkinannya adalah depresi super berat dan bunuh diri. saya tak mungkin berlumur darah lebih lagi.

saya memang cengeng. lembek. epesmeer. setiap masalah yang agak berat bisa jadi rumit, dan yang rumit menjadi rujit. seperti taun ini. saya terguncang mendapati saya bisa membenci dan mendendam, kabur, dan membunuh. sampai saya sempat meninggalkan laki-laki yang saya curigai sebagai belahan hati. sampai terkadang saya cuma bengong di jalan dan menghabiskan hari dengan mengutuk matahari. sampai saya tidak fokus studi. sampai kemudian ketika dua orang besar negara ini meninggal rasanya seperti mimpi.

ah, selamat tinggal duaribusembilan. pergilah jauh-jauh, jangan pernah sudi mampir.

farewell.



Thursday, December 31, 2009 at 12:41am

No comments: