Tuesday, April 12, 2011

jika kalian berharap mendapat cerita "dewasa", tidak usah melanjutkan membaca catatan saya. saya tidak pandai merangkai kisah yang di dalamnya harus mencantumkan ukuran beha, diameter dan panjang penis. sungguh cerita seperti itu selalu membuat saya heran, bagaimana kau tau ukuranukuran itu? apakah sebelum bercinta masih punya waktu untuk lihat ukuran beha, atau bawa meteran tukang jahit untuk mengukur panjang dan lingkar? bah, omongkosong. bercinta bukan sedang ingin membuat bangunan hingga tak perlu semua terukur pasti.

oke, sudah saya bilang, saya tidak akan bikin cerita esek-esek. belum kepikiran. yang kepikiran sekarang adalah pikiran saya macet. ada lampu merah yang mengganggu kelancaran katakata, hingga yang ingin saya ungkap malah terjebak, terperangkap, menunggu lampu merah berubah hijau agar ceritanya runut, agar katakata melintas wajar, tidak tergesa karena terlambat, tertahan oleh lampu merah yang terus menyala di otak saya. ah, padahal banyak yang ingin saya ceritakan. tapi sama seperti kondisi lampu merah lain, katakata berdesakan, berimpitan, masingmasing menunggu ingin melesat duluan ke tujuan. kalau sudah begini saya yang jadi pusing. rangkaian kalimat yang hendak saya ceritakan bisa bertebaran, berloncatan, berhamburan, sibuk sendiri sampai lupa diri bahwa mereka, meskipun bisa berpinak menjadi cerita sendiri, saat ini hanya bagian dari satu cerita biasa dalam catatan harian.

duh, bising sekali kepala saya! katakata meniru kendaraan di kotakota, berebut memencet klakson! sialan!

No comments: