Tuesday, April 12, 2011

rindu

(tiba-tiba sudut mataku bocor
ketika teringat
gelakanmu,
kekasihku)

kau dulu berkata
turun berkah seribu malam
pada namaku
kala kau rindu

betapa tiga baris
puisimu pernah bisa
merangkum
kita.

kita baru saja
mencari keping aksara
untuk kembali pada
kata bahagia

dan tiba-tiba,
seseorang berbisik
padaku,

kusapu jejakmu
kuhapus parasku,
agar aku makin
merindukanmu.

"bukankah rindu
tak mengecewakan
seperti cinta?"

malam terperosok
kedalam lengang.
embun meluluhkan
bisiknya.

tapi kau,
juga angin berbisik itu tahu,
tak pernah mudah bagiku
membasuh kata.

dan aku
kini parau
mengeja sendu.


**pusing. kamar, 13 desember 2009.
***terimakasih pada kakak saya, Maulida Sri Handayani. karena komennya, saya meralat bagian tengah puisi ini. ^_^

No comments: