Tuesday, April 12, 2011

sayu

konon, orang bilang mata saya itu sayu. kesannya saya nampak mengantuk, sedih, sakit, melamun. saya selalu menganggapnya sebagai bagian dari takdir, lebih permanen dari kesialan di hari selasa. karena mata sayu ini, banyak orang mengira hidup saya sulit, tragis, kesinetronsinetronan. memang, ada banyak hal yang saya alami yang pasti seketika membuat orang bersyukur karena tidak punya nasib seburuk saya. tapi itu tentu masalah cetek dbanding orangorang hebat lain yang dipercaya untuk menyelesaikan masalah lebih besar. tapi untuk apa mengukur derita, toh chairil selalu berkata, "nasib adalah kesunyian masing-masing". sungguh, binatang jalang yang terbuang itu saya amini.

pada mata sayu ini memang kerap banyak kesedihan. tapi setengahnya adalah duka karena luka orangorang terdekat saya. tiapkali saya tau orang di dekat saya punya masalah, bersedih atau marah, saya tidak bisa masa bodoh. saya yang cengeng ini pasti turut sedih, dan ributribut berdoa. hati saya acap hanyut pada kepedihan yang selalu hampir selesai, hanya hampir. perih menggapaigapai dari dada kiri, merambat pada kerongkongan, dan merobek tanggul airmata di sudutsudut jendela jiwa itu. saatsaat itu, saya kerap berharap punya mata yang berbinar, agar bisa membuat orang di dekat saya itu menjadi segar, ringan, agar beban bisa disimpan. maka saya sekuatnya menahan sedih itu, setidaknya agar tak menangis di depan empu masalah. adakalanya saya membuat lelucon, sering bersikap galak, dan di waktu lain saya tak kuat, sekonyongkonyong menangis. sebelum momen terakhir itulah, mata saya benarbenar sayu.

ditulis karena sudah lama ingin menulis ini. untuk mamah dan kdua kakak juga keluarga, sahabat, teman dan tentu bintangmerah.

saya ingin menjadi lebih kuat agar bisa menguatkan orangorang yang saya sayangi...


Wednesday, February 10, 2010 at 8:32pm

No comments: