Tuesday, April 12, 2011

scratches

hanya tinggal seiris kelam pada dua pertiga malam. suarasuara sudah lama berhamburan keluar, hanya suara musik berebut lampu sorot kupingku dengan adzan. aku mencari-cari jejakmu, sekedar ucapan selamat malam, tapi aku malah bertabrakan dengan ucapan selamat pagi dari wajah yang tak kukenali. sementara dengkurmu pudar dalam dengusku.
***

sudah pernah kubilang, jangan jatuh cinta padaku. aku akan pelanpelan mencekikmu dengan kecemburuan dan seribu satu kegilaan yang lebih suka kau sebut tuntutan. tapi dulu kau delapan belas tahun, tak mengenal perempuan dan mendadak jatuh cinta. lebih dari sekedar naksir, kau memujaku. aku tak pernah dicintai seruncing itu, dan rasanya begitu terhormat karena tak pernah seseorang hanya mencintaiku seperti itu. maka kudekap kau makin erat, karena lamalama, yang aku tahu, di sekelillngku betapa sulitnya memaku tatap lelaki hanya pada seorang perempuan. tentu, ini juga karena berulangkali aku lebur, meski aku tak suka bercerita tentang bagaimana jiwaku guncang dan lelangit hatiku runtuh, hingga aku lebih suka mengarang cerita yang manis dan menyembunyikan sebagian lukaku. di kemudian hari, aku tak sanggup berbohong dan di depanmu pendetaku, aku melakukan banyak pengakuan.
***

mau nerusin keburu ngantuk ah.

No comments: