Tuesday, April 12, 2011

sebelum lonceng berbunyi dua kali subuh ini

batuk terus menjegal kantuk.
lagilagi perempuan itu bersitegang dengan bebayang, hanya karena huruphurup di layar dan suara yg mengalir lewat ponselnya. barangkali memang ia terlalu kurangajar, masih saja menggenggam mimpi yg meminang airmatanya sendiri. ia yakin, karena sekali dua masih ada yg melamar sabarnya, meminang genang doa yg mengundang kenang, beriakriak di telaga benaknya.

ah, maaf tak kunjung menjabatnya, sehingga lagilagi melafal jejak dosanya yg semakin memenuhi setapak pandangnya. katakan padaku kekasihku, jika mimpi ini tidaklah keluar dari lapangan ikhlasmu. ia diam mengingat beku yang ia hadapi. lelaki itu mematung lalu hanya menyodorkan punggung.

oh dewadewa, kadang aku tak sudi memanggul kecewa dan tak bisa menambal sudut mataku yg bocor... tapi kalian dewa lelaki, tak mau mengerti dan turut menyalahkan perempuan ini.

perempuan itu meratap, hingga tak ada tembok harap, hingga tak ada ceria yg sekedar hinggap.

1 comment:

IRMAN SYAH said...

sip..
semoga kuncup menjadi bunga, wangi hidup berketulusan..