Monday, April 4, 2011

suicidal dream

saya tau, banyak orang menganggap bunuhdiri adalah tindakan pecundang putus asa, bahwa itu jalan pintas. hahahaha. saya sudah tidak ingin lagi jadi pahlawan, tidak peduli omongan orang. sudah lama dianggap tak berguna selain jadi keranjang sampah dan penganggur, juga tidak punya bakat apaapa. saya sering memimpikan saya lompat dari jendela gedung tinggi, kehabisan darah karena memotong urat nadi, dan menenggelamkan diri di sungai seperti virginia. apa hari baik untuk mati? apa saja asal jangan selasa. saya masih punya mimpi, tapi sepertinya mimpi saja sudah cukup baik. nanti juga ada orang yang lebih berbakat akan mewujudkan mimpi saya. hahahaha. saya ingin tertawa merayakan nyeri dan sepi. merayakan kekalahan pada nasib atas semua harap saya yang selalu diejek nasib dengan cara yang paling merendahkan harga diri. kau cengeng, kau egois dan otoriter. terserah. kadang terlambat itu fatal. siapa bilang terlambat lebih baik daripada tidak samasekali? orang yang menciptakan peribahasa itu tentu tidak mengerti pentingnya unit gawat darurat dan tidak pernah diusir dari kelas oleh dosen disiplin. terlambat sama dengan tidak samasekali. ah, umurmu baru dua dua. iyah, twenty three sounds sexy. aku sengaja tidak makan. bukan hanya tidak selera, kadang aku sengaja agar tubuhku sakit juga, karena sakit perasaan tidak dapat izin dokter. juliet, mana obat purapura matimu? jika tak mati hari ini aku butuh obat itu, tapi jangan bilang2 pada pacarku, nanti dia sebodoh romeo. penyihir, berikan aku apel yang kau berikan pada putri yang membuatnya tertidur di peti kaca. ah, tak ada asahan, pisau dapur ini tumpul dan atap rumah trlalu rendah, aku tak bisa terbang! kepalaku sakit, perutku juga. kenapa? minta makan? diam, aku ingin mengobrol dengan izrail. pus, pus, pus... ah, apa kau masih panen di haiti? datanglah di jam makan siang, aku menunggu.



Saturday, February 13, 2010 at 10:27am

No comments: