Tuesday, April 12, 2011

tentang malaikat yang pagi ini ngopi di pinggir ranjangku

1
aku hampir saja mengira dia adalah jelangkung, karena dia datang tak diundang, dan sepertinya akan pulang tanpa perlu diantar. tidurku tak begitu nyenyak, dan seperti biasa asam lambung yang menjadi sirine agar aku cepat-cepat bangun dan minum segelas air bening. tapi tiba-tiba mataku bertabrakan dengan cengirnya. sosok yang selalu saja kubayangkan sebagai lelaki (sungguh, ini garagara kalian para kiyai). dia bertanya kabar, dan kujawab saja buruk. dia nyengir makin lebar. dan setelah berbasabasi, kutanya maksud datangnya, dia malah bilang aku datang sesuai inginnya. eh? lalu dia mengeluarkan secangkir kopi dari jubahnya, menghirupnya.

tentu saja, aku tak perlu bilang bahwa aku yang memberimu mimpi yang baik dan melepas sayapku untuk terbangmu. tapi akhir-akhir ini kau banyak sekali mengeluhkan silaunya cahaya matahari dan mimpi buruk, juga seribu satu kesialan. jika sayapmu terluka, jangan datang padaku, aku ini bukan mantri atau dokter. kenapa kau tidak berterimakasih padaku waktu kau kuberi sayap, eh? kau memang pelupa kurangajar. tidakkah seseorang pernah memberitahumu bahwa hanya kenangan yang benar-benar nyata?

kau mau aku copot sayap itu? bagus, bagus.... setelah kau lukai baru kau kembalikan dengan jutaan kesah. kau ini berlebihan. umurmu duadua tapi umur gelisahmu berkalikali lipat. kenapa kau tak bersenangsenang seperti kebanyakan orang seumurmu? temanku bilang, mencabut nyawamu samasekali tidak sulit, dan kau sendiri tampaknya tak begitu keberatan. kau pikir kami tidak bosan menghadapi perengek sepertimu?

kupikir dulu kau ingin terbang, dan aku memberikanmu sayapku, seperti sering aku melakukannya pada orang lain. iya, itu artinya kau tidak luarbiasa istimewa, tapi kau sendiri tak begitu perlu menjadi seperti itu, eh? lagipula, kau tak berbakat menjadi orang hebat. mana ada orang hebat mau mengembalikan sayap. dan kau terlalu plinplan. orang plinplan mungkin bisa jadi presiden, tapi belum tentu bisa jadi orang hebat.

dia menyeruput kopinya. dan bilang bahwa dia tahu sakitku, maka takkan menawariku minum kopi. ternyata dia masih sangat sopan, memberiku alasan tak berbagi kopi. atau dia memang senang bicara? ah, biar saja. aku masih terlalu kaget karena datangnya. karena ini bukan mimpi. dan aku tau, hanya aku yang bisa melihatnya. begitu kan cerita di filmfilm? ah, aku ingin tidur lagi. malas sekali diceramahi seperti ini. palingpaling nanti dia bilang, aku harus banyakbanyak bersyukur, blahblahblah....

kau tau maksudku dan tidak menyukai kedatanganku. pecundang saja masih mengharapkan kedatanganku. kau ini memang benarbenar perengek. jenis manusia yang paling dulu dilempar ke neraka. tapi kau bahkan tidak peduli jika ke neraka. kalau kau berkeras tak mau mendengar, harusnya yang kau kembalikan adalah telinga, bukan sayap yang sudah penuh sayat.

kau yang membuat hidupmu susah. aku sudah memberimu masalah dan kau memperumit urusanmu. mungkin harusnya kau ikut tim perumus nasib. jarang ada orang yang memperumit urusannya sepertimu. kami para malaikat harus belajar tentang arti kata sial padamu. dan kau harus belajar cuti gelisah pada kami. jangan terlalu keiblisiblisan. dia juga awalnya perengek sepertimu. dan kau tau, kesepian apa yang dia emban karena rengekannya pada kaummu. kau takut pada sepi, tapi kau terus saja berulah. aku takkan berhenti bicara. siapa tau kau ingat satu dua ucapanku dan mau menurut. menurut seperti kami, jadi tak ada penjara sepi dan neraka. dan aku mungkin akan membantumu menjahit sayapsayapmu, agar kau bisa terbang lagi.

aku tak mau terbang lagi. aku ingin menjejak tanah. tapi barangkali sayap itu memang kuperlukan. dan kau tau untuk apa.

kalaupun aku tak tau, yang aku butuhkan adalah kau mau mendengarku. itu saja kali ini. senangsekali mengobrol denganmu, meski kau menurunkan derajat keraskepalamu kali ini. mungkin, lain kali aku mesti datang saat senja? saat kau bersemangat?




**tadinya mau update status, tapi gening panjang dan kepikiran jadi cerita. ini versi mentah. kalian tau saya tak bisa memasak, jadi tak usah berharap ini nanti matang.

kasur, 10 desember 2009, 12:35pm

No comments: