Tuesday, April 12, 2011

untuk seorang ibu yang hebat

bayiku mati. sejak saat itu, bahagia dihapus dari kamusku. beranda pikirku kelabu, dan hanya luka yang menjadi tirai hatiku. bayiku mati. tak ada yang menginginkannya selain aku, tak ada yang mencintainya selain aku. tidak bahkan ayahnya sendiri. aku mencintai bayiku setengah mati, membenci ayahnya sampai aku mati. tidak. sampai kubur pun aku akan tetap membencinya. karena jika hanya sampai mati, kini aku sudah mati. bagian dari diriku sudah mati. aku bahkan tidak tahu dimana mayatnya. apakah seorang ibu masih dapat disebut ibu jika ia membiarkan bayinya mati dan tidak tahu dimana kuburnya?

bayiku mati, bayiku mati. sahabatku bilang, aku tetap seorang ibu, jika aku masih rajin berdoa demi bayiku, jika aku masih menyimpan cintaku padanya, aku masih seorang ibu. tentu aku berdoa untuknya. mencintainya. dia bahkan selalu datang di mimpiku, menjelma gadis kecil yang lucu, barangkali dia tak marah padaku. bayiku, gadis kecilku, sejak dulu ia sekutuku, memahamiku dan tak pernah membangkang padaku.

ah, bayiku, bayiku, bayiku mati. aku merasa sendiri, sebatang kara. hari-hari kulalui dengan menyalin kesepian dan sandiwara yang itu-itu juga. hanya ada beberapa teman dan sahabat-sahabat yang dihitung jari yang sesekali menghiburku, juga keluargaku yang tidak mengetahui apapun. kelak, jika bayiku punya adik, akan kuberitahu bahwa dia punya kakak yang sudah meninggal.

bayiku mati, bayiku mati, bayi mungilku mati. ada berapa perempuan yang menjadi ibu sepertiku? di tengah kelelahan mencuri harapan, aku hanya ingin agar tak ada ibu yang bayinya mesti mati semuda gadis kecilku. perempuan harus bisa mempertahankan bayinya jika ia memilih begitu. perempuan lain harus punya pilihan itu. karena aku tidak.


$%$%#%&^%&%&$&*T(*&%*%&^%&**&)()*_(_+_)+_*^^$%%##@#%&*&(*()

*kumat being masochistic*

P. S. buat ibu yang satu ini, YOU ARE HUMAN AND YOU DESRVED TO BE HAPPY!


Saturday, January 2, 2010 at 9:13pm

No comments: