Wednesday, March 7, 2012

scratch. satu.

kamu harus cepat pulang, sayang. kekasihku akan datang, lima menit lagi. kali ini, kita tidak usah berpelukan, kau tak perlu mengecup mata kananku, tak perlu ada ritual-ritual sampai jumpa; kita tidak usah bertemu lagi.

sejak awal aku tahu, mengundangmu dalam keseharianku hanya akan mendatangkan celaka. tapi ini lebih gawat, aku mengabadikanmu dalam puisi, dan selamanya, patah hati akan perpisahan ini takkan bisa dibenahi, karena aku selalu akan berkesempatan mengenangmu lewat setiap kata, bahkan pada koma dan tanda tanya.

aku menutup pintu dan jendela, tapi masih merekam bayang punggungmu, dan selamanya, itu tidak akan hilang. aku tidak bisa berpaling kemana-mana setelah mengekalkanmu dalam aksara.

tubuhmu barangkali sudah bersama kekasihmu lagi, tapi ciuman-ciuman panjang dan pelukanmu masih gemetar dalam semesta catatku. kupenjarakan batinku dengan kenangan, dan siapa teman sekamar yang lebih kurang ajar darinya?

Saya Tak Punya Waktu

saya tak punya waktu. setiapkali memandang buku yang belum juga sempat saya selesaikan, saya selalu menghibur diri dengan alasan-alasan. tidak, saya tak punya waktu. saya sudah mulai masuk sekolah, ada kegiatan-kegiatan lain yang menyita waktu, atau saya butuh istirahat.

saya tak punya waktu. setiapkali memandang tulisan-tulisan yang belum rampung, misalnya novel yang harus segera diubah plotnya, puisi yang luput dari sunting, tugas kuliah, catatan-catatan atas buku, film, diskusi, dan perjalanan yang tidak juga usai, saya selalu beralasan kecapean, tidak menemukan mood yang tepat, hilang minat, dan sebagainya. tapi terutama: saya tak punya waktu.

saya tak punya waktu, kecuali untuk dibuang. kecuali untuk membuat tulisan-tulisan tidak penting seperti sekarang, kecuali untuk bergosip, kecuali untuk melamun, kecuali untuk mnghindari kehidupan. saya tak punya waktu, sayang, bahkan untuk bercinta denganmu. padahal tentu, saya rindu.

saya tak punya waktu. kecuali untuk melarikan diri. dari kecemasan-kecemasan yang memburu, dari kewajiban-kewajiban yang tidak pernah ingin aku tuntaskan.