Wednesday, March 7, 2012

scratch. satu.

kamu harus cepat pulang, sayang. kekasihku akan datang, lima menit lagi. kali ini, kita tidak usah berpelukan, kau tak perlu mengecup mata kananku, tak perlu ada ritual-ritual sampai jumpa; kita tidak usah bertemu lagi.

sejak awal aku tahu, mengundangmu dalam keseharianku hanya akan mendatangkan celaka. tapi ini lebih gawat, aku mengabadikanmu dalam puisi, dan selamanya, patah hati akan perpisahan ini takkan bisa dibenahi, karena aku selalu akan berkesempatan mengenangmu lewat setiap kata, bahkan pada koma dan tanda tanya.

aku menutup pintu dan jendela, tapi masih merekam bayang punggungmu, dan selamanya, itu tidak akan hilang. aku tidak bisa berpaling kemana-mana setelah mengekalkanmu dalam aksara.

tubuhmu barangkali sudah bersama kekasihmu lagi, tapi ciuman-ciuman panjang dan pelukanmu masih gemetar dalam semesta catatku. kupenjarakan batinku dengan kenangan, dan siapa teman sekamar yang lebih kurang ajar darinya?

No comments: